Keadilan
Sebagai Wujud Hidup Orang BerimanBahan
Alkitab: Mazmur 145:17
A. Pengantar
Kamu perlu memperoleh
pencerahan mengenai keadilan yang menjadi landasan utama dalam mewujudkan
demokrasi dan HAM. Prinsip-prinsip dasar mengenai keadilan perlu dipelajari,
khususnya mengenai Allah yang adil yang menuntut umat-Nya untuk bertindak adil.
Praktik hidup yang menghargai dan menjalankan keadilan amat penting sehingga
manusia tidak akan merampas hak sesamanya, manusia tidak dapat bertindak
semaunya. Sadar atau tidak terkadang manusia melakukan tindakan tidak adil
terhadap sesamanya. Hal itu terjadi misalnya lewat prasangka ataupun sikap yang
membeda-bedakan seseorang berdasarkan latar belakang suku, bangsa, budaya
maupun geografi dan agama. Ketidakadilan juga dapat terjadi melalui perbedaan
kepentingan. Mempelajari keadilan dalam perspektif Alkitab akan membekali kamu
dalam bersikap dan bertindak terhadap orang lain.
B. Memahami Makna Keadilan
Kamu dapat berbagi
pandangan dan pemahaman mengenai keadilan. Menurut kamu, apa itu keadilan?
Banyak orang mengatakan keadilan adalah memberikan pada setiap orang apa yang
menjadi haknya. Bagaimana menurut kamu? Apakah kamu menyaksikan di sekitarmu
orang-orang hidup dalam keadilan? Kamu dapat mendiskusikannya dengan
teman-teman dan minta guru bersama-sama menyimpulkan makna keadilan dan apa
saja indikator atau tanda-tanda terwujudnya keadilan.
C. Keadilan Menurut Alkitab
Menurut Baker,
dalam Perjanjian Lama ada dua kata yang menggam- barkan pengertian mengenai
“adil” yaitu: “tsedeq” dan “mishpat”, keadilan yang dimaksudkan itu tidak
berdiri sendiri namun berkaitan dengan kebenaran dan hukum. Artinya, keadilan
itu tidak terlepas dari kebenaran dan penerapan hukum yang benar, yang sesuai.
Dalam bahasa Yunani keadilan disebut dengan kata: dika- iosyne. Kata-kata
tersebut dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru dipakai untuk melukiskan
suatu penerapan hukum yang benar, memakai timbangan yang benar, perilaku yang
adil, jujur, dan benar. Keadilan artinya, apa yang benar dan sesuai (dengan
kenyataan), misalnya, hukuman terhadap seseorang ditetapkan berdasarkan
kebenaran yang ada. Terutama dalam kaitannya dengan mereka yang miskin,
tertindas dan tersingkir dari kehidupan masyarakat. Allah menyatakan diri
sebagai Allah yang adil, Allah yang berada di pihak mereka yang benar, mereka
yang tertindas dan hak-haknya dirampas, mereka yang miskin, janda anak yatim
piatu. Dalam pengertian ini, Allah yang adil itu adalah Allah yang “membebaskan”.
Jadi, pengertian adil tidak hanya ditujukan pada perwujudan hukum yang benar
namun pada “pembebasan” atau kemerdekaan. Allah yang adil itu adalah Allah yang
membebaskan. Melalui tindakan yang adil, maka shalom Allah dinyatakan dan
diwujudkan. Dengan demikian, keadilan juga mengandung makna memperbaiki atau
merestorasi apa yang telah rusak menjadi normal kembali. Ke- adilan memiliki
makna yang luas dan dalam, keadilan merupakan ibadah yang berkenan kepada Allah
(Kitab Amos 5:7-13; 21-27, dan Yeremia 9:24).
Alkitab dengan
jelas menyatakan bahwa Allah itu adil. Ayat-ayat berikut ini menunjukkan
kebenaran tersebut: Mazmur 145:17: “Tuhan itu adil dalam segala jalan-Nya dan
penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. Zefanya 3:5: “Tetapi Tuhan adil
di tengah-tengahnya, tidak berbuat kelaliman. Pagi demi pagi Ia memberi
hukum-Nya; itu tidak pernah ketinggalan pada waktu fajar. Tetapi orang lalim
tidak kenal malu!”. Dari berbagai pemaparan tersebut di atas, dapatlah ditarik
kesimpulan bahwa adil berarti bertindak dengan benar sesuai dengan standar
kebenaran atau ketetapan hukum yang berlaku. Allah itu adil, artinya, Allah
akan selalu berlaku benar sesuai dengan prinsip kebenaran-Nya. Dia tidak akan
pernah melanggar ketetapan-ketetapan hukum yang telah dibuat-Nya.
Keadilan Allah dapat kita rasakan dalam berbagai cara, antara lain:
- Allah mencintai kebenaran dan menolak kejahatan, Allah mencintai mereka yang taat dan setia pada jalan-Nya.
- Allah menghukum orang-orang yang tidak hidup dalam jalan-Nya, mereka yang tidak taat pada perintah-Nya. Menghukum tidak berarti Allah adalah Allah penghukum, Ia menghukum karena keadilan-Nya. keadilan Allah dinyatakan dengan menjatuhkan hukuman atas setiap pelanggaran dan dosa. Dia tidak akan membiarkan pelanggaran dan dosa berlalu begitu saja dari hadapan-Nya. Dia akan mengganjarnya dengan hukuman
- Allah memberikan tempat bagi mereka yang taat dan setia pada perintah- Nya. Semua yang dilakukan oleh manusia tidak luput dari penilaian Allah. Jika setiap kejahatan memperoleh ganjaran atau hukuman, maka setiap kebaikan dan pekerjaan baik yang kita lakukan dihargai oleh-Nya.
D. Orang Beriman Terpanggil untuk Mewujudkan Keadilan
dan Kebenaran dalam Hidup: Belajar dari Salomo
Ketika Allah bertanya kepada Salomo apakah yang ia minta dari-Nya, maka Salomo meminta hikmat sebagai hadiah dari Allah. Sebagai seorang raja, Salomo sadar bahwa hikmat dibutuhkan bukan hanya sebagai bekal untuk memimpin rakyatnya. Namun terutama supaya ia dapat membuat keputusan yang adil dan benar. Tidak mudah bagi manusia untuk memiliki kemampuan bertindak benar dan adil jika Tuhan tidak memberikan hikmat-Nya. Allah memenuhi permintaannya, hikmat Allah pun dianugrahkan bagi Salomo, memiliki hikmat dari Allah membuat Salomo mampu mengambil keputusan adil dan benar. Hal itu terbukti ketika orang membawa kepadanya dua orang perempuan yang memperebutkan bayi, Salomo mampu mengambil keputusan yang adil benar, dengan hikmat yang berasal dari Tuhan, ia tahu manakah diantara dua orang perempuan itu yang merupakan ibu dari bayi yang sedang diperebutkan.
E. Keadilan, Demokrasi, dan HAM
Apa kaitan
antara keadilan, demokrasi dan HAM?. Coba lakukan curah pendapat dengan
teman-temanmu. Apakah dalam kehidupan sehari-hari kamu menyaksikan hal-hal yang
berkaitan dengan keadilan, demokrasi dan HAM? Sebagai peserta didik yang duduk
di kelas XII kamu sudah memiliki pengalaman yang cukup untuk memberikan
penilaian terhadap realitas yang berkaitan dengan keadilan, demokrasi dan HAM.
Kamu juga sudah belajar mengenai keadilan menurut Alkitab, maka kamu dapat
memperbandingkan antara keadilan menurut Alkitab dengan realitas demokrasi dan
HAM di Indonesia maupun di tempat kamu masing-masing. Gunakan bahan pelajaran
PPKN untuk melengkapi analisis kamu.
Sebagai remaja
Kristen, coba nilai dirimu sendiri, apakah selama ini kamu telah mewujudkan
keadilan dalam praktik hidupmu? Kalau sudah, tuliskan bentuk tindakan yang kamu
lakukan, jika belum, jelaskan mengapa? Mulailah dari lingkungan terdekatmu,
yaitu di rumah, sekolah, lingkungan sekitar tempat tinggal, barulah di
lingkungan yang lebih luas lagi, misalnya dalam komunitas anggota pemuda/remaja
gereja atau karang taruna.
Beberapa prinsip mendasar yang dapat menghubungkan keadilan, demokrasi dan HAM adalah sebagai berikut:
- Pengakuan terhadap kesetaraan, bahwa semua orang sama harkat dan martabatnya. Kesetaraan akan mendorong lahirnya kerjasama yang erat antar warga masyarakat dan mempunyai itikad baik secara fungsional dan profesional. Prinsip inilah yang membedakan demokrasi dengan sistem-sistem yang lain. Sekaligus kesetaraan ini, semua orang sama di hadapan hukum, semua orang berhak memperoleh apa yang menjadi haknya.
- Kemerdekaan dan kebebasan (freedom). Prinsip inilah yang seringkali menjadi momok bagi demokrasi sendiri. Banyak orang cenderung menyalahgunakan kekuasaan sebagai alat untuk menindas sesama serta merampas kemerdekaan dan hak-hak asasinya. Berbeda dengan Salomo yang dipimpin oleh hikmat Allah sehingga ia memimpin dengan adil dan bijaksana.
- Prinsip kesadaran terhadap adanya kemajemukan dalam masyarakat. Penghargaan terhadap keberagaman menjadi penopang bagi terwujudnya keadilan, demokrasi dan HAM. Pada masa kini pergerakan manusia dari berbagai belahan dunia amat tinggi sehingga dalam satu negara hidup berbagai bangsa, suku bangsa, budaya maupun agama.Keberagaman ini dapat melahirkan konflik, namun potensi konflik dan perpecahan dapat diminimalisir oleh adanya kesadaran terhadap keberagaman manusia. Sekaligus memupuk penghargaan terhadap sesama manusia sebagai makluk mulia ciptaan Allah.
- Prinsip kebebasan menyatakan pendapat dan penegakan HAM. Jadi, keadilan akan menopang kebebasan tiap orang untuk memilih pemimpin yang baik dan benar serta mengemukakan pendapat demi kesejahteraan bersama.
- Integritas, kesesuaian antara kata dengan perbuatan, antara cara dengan pencapaian-pencapaian. Cara yang benar jujur dan adil akan menghasilkan buah yang baik. Tujuan yang baik tentu ditempuh dengan cara-cara yang baik dan rasional. Implikasinya adalah politik yang mengandalkan moral dan hati nurani.
- Demokrasi dan HAM akan menjamin pemenuhan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
F. Rangkuman
Keadilan
adalah suatu keadaan dimana setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya.
Sebagai remaja Kristen, kamu terpanggil untuk mewujudkan keadilan, demokrasi,
dan HAM dalam kehidupan. Demokrasi dan HAM hanya akan terwujud jika keadilan
dijadikan penopang utama bagi terwujudnya demokrasi dan HAM. Allah yang adil
menuntut tiap orang Kristen untuk berlaku adil pada setiap orang tanpa kecuali.
Tugas
- Bagaimana cara menerapkan prinsip dalam demokrasi dan HAM di Indonesia
- Apakah keadilan dan kesejahteraan serta kemakmuran yang menjadi cita-cita para pendiri bangsa Indonesia telah terwujud?
- Sebagai remaja Kristen, apakah yang dapat kamu lakukan dalam mewujudkan keadilan bagi sesama?
- Jika kelak kamu menjadi pemimpin (misalnya, Bupati, Gubernur atau anggota DPD, DPR), sebagai orang Kristen, apa saja yang akan kamu lakukan sebagai seorang pemimpin bangsa?
- Buatlah refleksi singkat mengenai keadilan, demokrasi, dan HAM dalam perspektif iman Kristen (± ½ Halaman buku tulis).




Tidak ada komentar:
Posting Komentar