Senin, 02 Maret 2020

Kelas 12 Bab IX

Praktik Keadilan di Indonesia

Bahan Alkitab: Matius 20:1–16

 

A.   Pengantar

 

Judul pelajaran ini adalah “Praktik Keadilan di Indonesia”. Setelah mengkaji tentang demokrasi dari perspektif Alkitab, kita akan menerapkan pemahaman yang kita miliki ini dalam menyoroti praktik keadilan di Indonesia. Perjalanan demokrasi sebagai wujud keadilan di Indonesia menjadi perhatian bagi negara-negara asing, misalnya saja, Amerika Serikat. Dengan jumlah penduduk yang banyak (paling banyak se Asia Tenggara, paling banyak untuk jumlah penduduk Muslim se dunia), maka Indonesia memiliki peran strategis di mata bangsa-bangsa lain. Peran ini adalah dari segi ekonomi, politik, budaya, dan lain-lainnya. Misalnya saja, secara ekonomi, Indonesia sering dijadikan sasaran untuk pemasaran produk dari luar negeri. Secara politik, Indonesia diharapkan berperan untuk menjaga perdamaian di wilayah Asia Tenggara khususnya dan di Asia Pasifik. Beberapa kali Indonesia diminta menjadi mediator di antara pihak-pihak yang berkonflik. Misalnya, Indonesia menjadi mediator untuk perjanjian damai antara MNLF-Filipina sejak 1993. Peran ini berhasil dijalankan dengan baik sampai disepakatinya perjanjian damai pada tanggal 2 September 1996 di Manila, Filipina. Juga, kepemimpinan Indonesia di APEC (Asia Pacific Economy Corporation) membuka peluang untuk kerjasama di bidang ekonomi agar terjadi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di antara negara-negara anggota APEC.

 

Lepas dari keberhasilan ini semua, apakah keadilan di Indonesia sudah berjalan dengan baik? Dari hal-hal apa saja kita dapat menilai keberhasilan atau kemunduran praktik keadilan di Indonesia? Inilah yang akan kita bahas dalam pelajaran kali ini. Pelaksanaan demokrasi sebagai cermin keadilan menjadi salah satu ukuran bahwa suatu negara adalah negara yang sukses, bukan negara gagal (ingat pembahasan di Bab III?)

 

Sebelum kita membahas praktik keadilan di Indonesia, perlu kita pahami dulu tentang kaitan antara demokrasi dan keadilan. John Rawls (2003), seorang filsuf dari Amerika Serikat dan tokoh di bidang filsafat moral dan politik, menyatakan bahwa keadilan (justice) adalah dasar bagi interaksi manusia (yang sifatnya multidimensi) dengan institusi. Tujuannya adalah agar ada keseimbangan antara demokrasi dengan keamanan sehingga tercapailah kestabilan di dalam masyarakat. Perlu ada kesepakatan antara komunitas yang terbentuk secara politik dengan pemerintah sehingga secara bersama-sama terjalin saling memahami dan kerjasama. Keadilan dan demokrasi bertumbuh bila institusi, baik politik maupun sosial, saling mendukung untuk mencapai kerjasama sosial dimana ada hak dan kewajiban dasar yang harus dipenuhi agar kekuasaan dan sumber-sumber yang ada dapat dibagi merata, bukan hanya untuk sekelompok orang. Untuk mencapai ini, perlu ada pembatasan terhadap kekuasaan dan pemanfaatan sumber-sumber alam, selain mencegah munculnya penyalah gunaan oleh sekelompok orang, atau institusi.

 

B.   Mengkaji Perumpamaan Alkitab tentang Keadilan

 

Bacalah Matius 20:1-16

1) Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi- pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya. 2) Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya. 3) Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar. 4) Katanya kepada mereka: “Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu.” Dan merekapun pergi. 5) Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi. 6) Kira- kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: “Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari?” 7) Kata mereka kepadanya: “Karena tidak ada orang mengupah kami.” Katanya kepada mereka: “Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku.” 8) Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: “Panggillah pekerja- pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu.” 9) Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar. 10) Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi merekapun menerima masing-masing satu dinar juga. 11) Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu, 12) katanya: “Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari.” 13) Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: “Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari? 14) Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu.15) Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?” 16) Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir.

 

Bila kamu adalah pekerja yang mulai bekerja pada jam 5 sore, apa yang akan kamu rasakan? Apakah perasaanmu akan berbeda bila kamu mulai bekerja sejak pagi sekali? Mana yang lebih kamu sukai, bekerja dari pagi hari atau dari sore hari, jika ternyata upahmu akan sama saja, yaitu sedinar untuk seharian bekerja? Sedinar adalah upah yang layak untuk seharian kerja, kira-kira antara 30 – 60 ribu rupiah. Kemungkinan besar kamu akan memilih untuk memulai pada jam 5 sore dan selesai jam 6 sore dengan mendapatkan upah sebesar sedinar. Sepintas, kita cenderung menilai bahwa yang memilih datang pada sore hari dan bukan pagi hari adalah pemalas, hanya mau enak-enak saja, kerja sebentar tetapi mendapatkan upah penuh seperti pekerja yang sudah mulai kerja sejak pagi hari.

Namun, bayangkan bila kamu memang butuh pekerjaan dan sudah menunggu sejak pagi hari untuk pekerjaan yang dapat memberikan upah yang layak. Sejak pagi hari, kamu sudah berharap ada yang mau mempekerjakanmu. Sayangnya, hari berjalan terus dan yang kamu nantikan tidak kunjung datang. Sinar matahari yang hangat kini menjadi semakin terik bahkan sudah semakin tenggelam menandakan malam akan hadir. Pekerjaan yang kamu tunggu-tunggu sejak pagi tidak kunjung datang. Kamu sudah tidak dapat lagi berharap bahwa ada yang akan datang memberikan pekerjaan.

 

Namun, ternyata dugaanmu salah. Ada seorang pengusaha yang menawarkan pekerjaan untuk diselesaikan, saat itu juga. Kamu tidak percaya, namun tawaran ini terlalu menarik untuk ditolak. Kamu pun sepakat untuk pergi ke tempat usahanya, kebun anggur dan mulai bekerja sebisamu. Disitu kamu melihat sudah ada sejumlah pekerja, bahkan ada yang sudah mulai bekerja sejak pagi-pagi sekali. Dalam hati, kamu iri terhadap mereka yang sudah memiliki pekerjaan sejak pagi hari, sedangkan kamu berharap seharian tanpa kepastian apakah kamu akan mendapatkan pekerjaan. Akan tetapi kamu singkirkan rasa iri itu dan langsung bekerja sebaik-baiknya sambil berharap agar esok hari kamu tidak terlambat untuk mendapatkan pekerjaan. Menunggu dalam ketidakpastian sungguh tidak enak, apalagi jika ada anggota keluarga di rumah yang juga menunggumu pulang sambil membawa uang untuk membeli makanan.

 

Kini jam 6 sore tiba, saatnya para pekerja berhenti bekerja. Kamu juga sudah harus berhenti, padahal, kamu berharap dapat bekerja lebih lama agar upah yang diterima dapat cukup untuk membeli makanan. Dalam hati kamu tahu bahwa kamu tidak bisa berharap untuk mendapatkan upah yang sama besarnya dengan yang sudah mulai bekerja dari pagi hari. Namun, mendapatkan upah walaupun sedikit masih lebih baik daripada tidak sama sekali.

 

Ternyata, namamu dipanggil lebih dahulu oleh sang mandor. Kamu diberikan uang sedinar sebagai upahmu bekerja sejak jam 5 sore tadi. Kamu bersyukur. Ternyata bekerja sejam diberikan upah yang layak seakan-akan kamu bekerja seharian penuh. Apakah kau bersyukur untuk upah yang kamu terima? Tentu saja, bersyukur. Kamu akan mendatangi sang pengusaha dan menyatakan ungkapan syukurmu untuk kebaikan hatinya.

 

Tapi, tunggu dulu! Pada saat itu juga, kamu mendengar gerutu dan omelan dari pekerja yang mulai bekerja sejak pagi hari. Mereka tidak dapat menerima bahwa mereka mendapatkan upah yang besarnya sama denganmu, padahal mereka sudah bekerja lebih lama. Tentu perasaanmu menjadi tidak karuan mendengarkan gerutu itu, bukan? Kamu tidak tahu harus menjawab apa atau harus bersikap bagaimana kepada mereka.

 

Ternyata kamu tidak perlu menjawab apa pun karena sang pengusaha sudah memberikan penjelasan: “Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari? Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu. Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?” Saat itu juga kamu menyadari bahwa kamu berada di dalam perlindungan orang yang mempedulikanmu, yang tahu apa yang kamu butuhkan, yaitu upah yang layak. Kata-kata sang pengusaha “… aku mau memberikan kepada orang yang terakhir ini sama seperti kepadamu,” sungguh menyejukkan dan sekaligus melegakan karena kamu merasa dihargai oleh sang pengusaha.

Perhatikan bahwa sang pengusaha memberlakukan baik prinsip keadilan maupun prinsip kasih karunia. Apa yang layak diterima seseorang, itulah yang diberikannya. Ini berlaku kepada para pekerja yang mulai bekerja dari pagi hari. Para pekerja ini dapat menuntut andaikata sang pengusaha tidak memenuhi bayaran sedinar seperti yang sudah disepakati sejak awal. Namun, pada pekerja yang datang paling terakhir, yang berlaku adalah prinsip kasih karunia. Pemberian berdasarkan kasih karunia adalah pemberian yang bergantung pada si pemberi. Dalam hal ini, kita selaku orang yang menerima kasih karunia, tidak dapat menuntut agar si pemberi memberikan apa yang kita harapkan. Kita adalah pihak yang pasif, hanya menerima saja apa yang diberikan, karena yang aktif justru adalah pemberi kasih karunia. Posisi ini berbeda dengan yang menerima keadilan. Diperlakukan adil adalah sesuatu yang perlu kita perjuangkan karena itu merupakan hak.

 

C.   Contoh Menuntut Keadilan dan Demokrasi

 

Artikel di bawah ini adalah contoh menuntut keadilan dan demokrasi yang memberikan bukti bahwa seorang remaja berusia 17 tahun ternyata sanggup menggerakkan teman-teman sebaya untuk menuntut hak mereka dari pemerintah.

 


Tribunnews.com, Hongkong - Jangan tertipu dengan tampilan fisiknya. Meski badannya terbilang kurus, dan memiliki wajah seperti kutu buku, Joshua Wong (17), merupakan aktivis pro-demokrasi Hongkong yang paling ditakuti oleh pemerintah Tiongkok. Selama dua tahun terakhir, pelajar ini telah membangun gerakan pemuda pro-demokrasi di Hong Kong dengan mengkampanyekan peristiwa berdarah di lapangan Tiananmen, Tiongkok, 25 tahun lalu dengan tujuan menyulut gelombang pembangkangan sipil di kalangan mahasiswa Hongkong. Dengan demikian ia berharap pemerintah Tiongkok mendapatkan tekanan sehingga memberikan Hongkong hak pilih universal.

Dikutip dari CNN, Rabu (24/9/2014), gerakan Wong dibangun di tahun-tahun penuh frustrasi bagi masyarakat Hongkong. Ketika negara bekas koloni Inggris itu dikembalikan ke pemerintahan Tiongkok di tahun 1997, kedua negara sepakat akan memberikan Hongkong ‘otonomi tingkat tinggi’ termasuk memilih pemimpin mereka secara demokratis.

 

Namun hingga 17 tahun kemudian, janji itu tak juga dipenuhi. Proposal terbaru yang diajukan oleh Pemerintah Tiongkok adalah bahwa pihaknya akan mengakui pemimpin terpilih Hongkong jika telah mengantongi restu mereka.

Wong memerangi proposal pemerintah Tiongkok itu, dan tak sabar untuk memenangkannya.

 

“Saya tidak berpikir pertempuran kami akan menjadi sangat panjang, jika anda memiliki mentalitas bahwa perjuangan untuk sebuah demokrasi adalah panjang, berlarut-larut dan harus melalui langkah-langkah bertahap. Maka anda tidak akan pernah mendapatkannya,” ujarnya.

 

“Anda harus melihat setiap pertempuran adalah pertempuran terakhir, dan anda harus memiliki tekat kuat untuk melawan,” serunya.

 

Jejak pemberontakan Wong terhadap pemerintah Tiongkok dapat dilacak sejak ia berusia 15 tahun. Kala itu Wong muda, menyatakan menolak materi patriotik, pro-Komunis “Nasional dan Pendidikan Moral” ke sekolah-sekolah umum di Hongkong.

 

Dengan bantuan dari beberapa teman, Wong membentuk kelompok aktivis mahasiswa yang disebut Scholarism. Gerakan ini membengkak melampaui mimpi-mimpinya yang paling liar: Pada bulan September 2012, Scholarism berhasil mengumpulkan 120.000 demonstran--termasuk 13 relawan aksi mogok makan untuk menduduki markas pemerintah Hongkong, memaksa para pemimpin menarik kurikulum yang diusulkan.

Saat itulah Wong menyadari bahwa pemuda Hongkong memegang kekuasaan yang signifikan.

 

“Lima tahun yang lalu, saat itu tak terbayangkan bahwa siswa Hongkong akan peduli tentang politik sama sekali,” katanya. “Tapi ada kebangkitan ketika isu pendidikan nasional terjadi. Kita semua mulai peduli tentang politik.”

Ia pun membeberkan, Hong Kong dibawah kependudukan Tiongkok, tidak memiliki kebebasan sama sekali. Ia mencontohkan bagaimana surat kabar di Hongkong, lebih banyak memuat artikel yang memuat kepentingan Pemerintah Tiongkok.

 

Itu sebabnya Wong menetapkan sasaran agar Hongkong dapat memiliki hak pilih universal. Gerakannya kini memiliki anggota sebanyak 300 orang siswa.

Pada bulan Juni, Scholarism menyusun rencana untuk mereformasi sistem pemilu Hongkong, dimana memenangkan dukungan dari hampir sepertiga dari pemilih. Dukungan itu didapatkannya berdasarkan referendum tak resmi yang digagas pihaknya.

 

Sumber: Tribunnews.com

 

Merujuk pada perumpamaan dalam Matius 20, apa yang dituntut oleh Wong dan kawan-kawan adalah keadilan, yaitu sesuai dengan yang sudah disepakati pada awalnya. Mengapa mereka perlu menuntut? Karena pemerintah Tiongkok tidak melakukan apa yang mereka janjikan kepada penduduk Hongkong.

 

D.  Pelaksanaan Keadilan dan Demokrasi di Indonesia Sejak 1998

 

Membahas pelaksanaan demokrasi sebelum tahun 1998 bukan merupakan hal yang perlu dibahas disini karena lebih tepat dibahas di pelajaran Sejarah atau Pendidikan Kewarganegaraan. Kini kita hidup di era reformasi yang diawali dengan ketidakpuasan rakyat terhadap pemerintahan saat itu. Dapat dikatakan bahwa demokrasi di Indonesia menunjukkan perkembangan menuju perbaikan sejak tahun 1998 yang merupakan salah satu tonggak sejarah di Indonesia. Ini adalah tahun dimana pemerintahan Soeharto berakhir dan tampuk pemerintahan beralih ke B.J. Habibie selaku Presiden Republik Indonesia yang ketiga. Pemerintahan Soeharto disebut Orde Baru yang dikecam karena menggunakan pendekatan otoriter walaupun masa itu disebut juga dengan Demokrasi Pancasila. Orde Baru memang menggantikan rezim Orde Lama di bawah pemerintahan Presiden Soekarno.

 

Reformasi ini diwujudkan dalam kehidupan berpolitik dan bermasyarakat yang sifatnya menjadi lebih bebas dan terbuka (Indonesia-investment, 2013). Kebebasan dalam berpolitik, misalnya adalah kebebasan untuk mendirikan partai politik yang memiliki visi misi yang berbeda dari partai politik yang sudah ada pada kepemimpinan Soeharto. Secara lebih rinci, pencapaian Habibie dalam bidang reformasi ini adalah:

  1. Memberikan kebebasan pers
  2. Pendirian partai politik dan sejumlah serikat misalnya serikat buruh
  3. Pembebasan sejumlah narapidana politik
  4. Pembatasan periode kepresiden menjadi maksimal dua kali lima tahun
  5. Pelimpahan sebagian kewenangan dan kekuasaan ke pemerintah daerah.
  6. Penyelenggaraan pemilihan umum pada tahun 1999, walau pun pemilihan presiden sebelumnya baru saja dilakukan pada tahun 1998 oleh Dewan Perwakilan Rakyat.

 

Sayangnya, pada masa ini juga mulai muncul tindakan kekerasan seperti yang terjadi di Ambon, Kalimantan Barat, Jawa Timur, dan Kupang tidak mudah ditelusuri siapa pelakunya. Pada masa inilah kemerdekaan Timor Timur diakui oleh pemerintah Indonesia.

 

Pada tahun 1999, sebagai tindak lanjut dari reformasi dalam bidang politik, rakyat Indonesia mengikuti pemilihan umum untuk memilih partai politik yang saat itu berjumlah 48 partai. Tentu saja banyak dari partai politik ini yang tidak mendapatkan suara karena memang kurang dikenal oleh masyarakat luas terkait dengan umur yang masih pendek sebagai suatu partai. Salah satu partai yang mendapatkan dukungan luas adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang didirikan oleh Megawati Soekarnoputri, putri sulung dari Soekarno, Presiden pertama Indonesia. Partai lainnya adalah Partai Kebangkitan Bangsa yang didirikan oleh K. H. Abdurrahman Wahid yang juga merupakan tokoh Nahdlatul Ulama (NU). Wujud demokrasi yang muncul dalam pemilihan umum ini adalah bahwa Dewan Perwakilan Rakyat memiliki wakil-wakil dari pulau Jawa maupun luar Jawa yang dibuat menjadi sama besar, tidak lagi lebih banyak wakil dari pulau Jawa.

 

Presiden Habibie digantikan oleh Presiden K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada tahun 1999. Contoh pembaharuan yang terjadi pada masa ini adalah pengangkatan menteri kabinet yang berasal dari partai politik dan mengurangi peranan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI), padahal, sejumlah konflik dan tindak kekerasan yang muncul di Indonesia memang perlu ditangani oleh TNI dan ABRI. Sementara itu, korupsi tetap terjadi dan melibatkan menteri-menteri yang berasal dari partai politik yang utama. Pada masa pemerintahan Gus Dur, reformasi diwujudkan dalam bentuk antara lain:

  1. Kebebasan pers semakin luas karena Departemen Penerangan dihapuskan.
  2. Kelompok Tionghoa mendapatkan pengakuan lebih besar melalui kemudahan dalam mengurus dokumen kewarganegaraan dan penetapan hari raya Imlek sebagai hari libur nasional.
  3. Mengakui Konghucu sebagai salah satu kepercayaan yang ada di kalangan rakyat Indonesia.

 

Namun, karena ada sejumlah ketidakberesan politik yang juga mengakibatkan ketidakstabilan ekonomi, Gus Dur diturunkan oleh DPR dan digantikan oleh Megawati selaku Wakil Presiden.

 

Secara umum pemerintahan Megawati melanjutkan kebijakan baik yang sudah dilakukan di era Gus Dur. Perubahan yang dilakukan antara lain adalah mengadili kroni-kroni Soeharto untuk kasus korupsi, melakukan privatisasi sejumlah perusahaan negara dengan menjualnya ke swasta atau ke pihak asing. Untuk tindakan terakhir ini cukup banyak kritik dilontarkan kepada Megawati.

 

Pada tahun 2004 pemerintahan Megawati berakhir dan melalui pemilihan langsung presiden yang pertama kali dilakukan oleh rakyat Indonesia, Susilo Bambang Yudoyono (SBY) menjadi Presiden RI yang kelima. Sejumlah pembaharuan yang dilakukan dalam dua periode pemerintahan SBY (tahun 2004- 2014) antara lain adalah:

  1. Di bidang ekonomi, terjadi pertumbuhan sehingga ada stabilitas ekonomi dengan kekuatan ekonomi yang diakui negara-negara lain.
  2. Ada alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebesar 20% untuk pendidikan.
  3. Meninggalkan IMF selaku badan ekonomi yang sebelumnya banyak mendikte apa yang harus dilakukan oleh pemerintahan Indonesia dalam bidang ekonomi.
  4. Peningkatan kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi untuk menuntaskan kasus- kasus korupsi. KPK kini dianggap sebagai lembaga yang bekerja dengan baik karena berhasil menuntaskan kasus-kasus korupsi termasuk yang melibatkan sejumlah anggota DPR dan menteri.

 

Namun demikian, ada sejumlah kasus yang tetap belum dapat diselesaikan dengan baik, misalnya saja penyelesaian kasus orang hilang yang terjadi pada masa pemerintahan sebelumnya. Satu tradisi baru dalam demokrasi yang sudah berjalan baik sejak tahun 2004 adalah pemilihan presiden, anggota DPR, anggota DPRD, anggota DPD, Kepala Daerah (gubernur dan bupati) secara langsung oleh rakyat. Ini merupakan prestasi pemerintahan Indonesia yang diakui oleh dunia. Sayangnya, menjelang akhir pemerintahan SBY, pemilihan langsung ini diganti oleh DPR menjadi tidak langsung melalui pengesahan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah pada tanggal 26 September 2014.

 

Jadi dapat dikatakan bahwa perjalanan demokrasi di Indonesia masih akan berlangsung panjang demi menjamin tercapainya keadilan, kesempatan menyuarakan pendapat dan mengawasi jalannya pemerintahan. Demokrasi hanya dapat terwujud apabila demokrasi sebagai prinsip dan acuan hidup bersama antarwarga negara dengan negara dijalankan dan dipatuhi oleh semua pihak. Perwujudan demokrasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan negara semata-mata melainkan merupakan bagian dari tanggung jawab warga negara.

 

Bacalah laporan berita di bawah ini:

 

Indonesia Miliki Tujuh Aspek Demokrasi

 

VIVAnews - Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies, Rizal Sukma, menganalisis Indonesia telah berada di tahap Demokrasi. Tujuh aspek demokrasi telah berjalan baik.

 

Pertama, Indonesia telah menganut sistem multipartai. “Sejak dulu sistem ini telah berlaku namun partai yang benar-benar ada hanya satu partai pemerintah, dua partai lainnya hanya aksesoris,” kata Rizal dalam pemaparan kepada 35 mahasiswa Stanford Graduate School of Business di Hotel Intercontinental MidPlaza, Jakarta, Senin 21 Desember 2009.

 

Kedua, Indonesia telah menggelar Pemilu Demokratis, bahkan sudah tiga kali.

 

Ketiga, Indonesia melakukan desentralisasi pemerintahan. “Sejak Undang- undang mengenai desentralisasi disahkan pada 2001, kekuasaan pemerintahan didistribusikan hingga tingkat kabupaten. Sebelumnya semua berpusat di Jakarta, bahkan kepada satu orang di Jakarta,” ujar Rizal.

 

Aspek keempat adalah kebebasan pers. Rizal menyatakan, pada 2008, Indonesia merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang memiliki pers bebas.

 

Aspek kelima, militer tidak terlibat dalam politik. “Dan terus bergerak menuju profesionalisme. Militer juga harus bersikap netral dalam politik.Ini agenda yang belum selesai,” kata Rizal di hadapan para mahasiswa dari universitas yang menurut majalah Forbes terbaik di Amerika Serikat itu.

 

Aspek keenam, Indonesia menunjukkan bahwa kekuatan politik berbasis Islam bisa bermain di dunia politik dengan mengikuti aturan main.

 

Dan ketujuh, kekuatan masyarakat sipil semakin meningkat melalui lembaga swadaya masyarakat atau organisasi lainnya.

 

Sumber: Vivanews.com

 

Dari laporan di atas tersirat bahwa demokrasi Indonesia telah berjalan baik karena negara kita memiliki tujuh aspek pentingnya: sistem multipartai, pemilu yang demokratis, desentralisasi pemerintahan, kebebasan pers, militer yang tidak terlibat politik, kekuatan politik Islam dalam dunia politik yang pluralistik, dan kekuatan masyarakat sipil. Tetapi, seberapa jauh hal di atas dapat kita setujui?

 

Laporan di atas jelas menunjukkan masih banyak pekerjaan rumah yang harus dijalankan oleh bangsa Indonesia, supaya kita benar-benar dapat mewujudkan negara dan bangsa yang demokratis dan adil, sesuai dengan apa yang dirumuskan oleh Pancasila. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa berjalannya demokrasi dengan baik terkait erat dengan kesejahteraan masyarakat. Dalam situasi dimana sangat banyak penduduk yang miskin dan terdapat kesenjangan yang luas antara penduduk kaya dengan penduduk miskin, keadilan, dan demokrasi sulit terwujud. Mengapa begitu? Karena kesenjangan antara kelompok kaya dan kelompok miskin muncul akibat ada kelompok penguasa yang membiarkan situasi kesenjangan untuk kepentingan mereka. Kondisi Indonesia yang masih dikategorikan memiliki banyak korupsi termasuk hal yang memprihatinkan. Pemerintah dan rakyat Indonesia perlu bekerja keras untuk membasmi korupsi yang sudah dianggap terstruktur dan massif (Kompas, September 2014). Rencana Bank Dunia dalam membangun kemitraan dengan Indonesia menunjukkan bahwa tingkat korupsi yang tinggi menjadi hal yang harus dapat ditangani oleh Pemerintah Indonesia agar dapat menjamin masyarakat Indonesia yang sejahtera. Kondisi bahwa 40% masyarakat Indonesia hidup di ambang kemiskinan dengan pengeluaran sebesar 1,5 dolar Amerika per hari sangatlah memprihatinkan. Inilah hal-hal yang harus dibereskan sebelum demokrasi berjalan dengan baik di negara Indonesia.

 

E.   Memupuk Sikap Adil Sejak Dini

 

Sama seperti halnya memupuk demokrasi, sikap adil harus dipupuk sejak dini. Kita tidak bisa memiliki sikap adil bila kita tidak pernah merasakan diperlakukan adil. Dengan kata lain, pengalaman diperlakukan dengan adil akan memupuk sikap adil terhadap orang lain. Dari mana kita merasakan diperlakukan dengan adil? Tentunya dari pengalaman di keluarga dan sekolah sebagai unit dan lembaga pertama yang dialami oleh individu. Seluruh pihak yang terlibat harus sepakat bahwa keadilan harus ditegakkan dan kepedulian terhadap sesama memang mewarnai keputusan yang diambil dan tindakan yang dilakukan. Sejak kecil, orang tua hendaknya tidak membeda-bedakan antara anak yang satu dengan anak yang lain. Tidak boleh ada anak yang menganggap bahwa dirinya lebih istimewa dari saudara-saudara kandung lainnya maupun menganggap diri lebih istimewa daripada orang lain.

 

Di pembahasan sebelumnya kita sudah tahu bahwa untuk memupuk sikap demokratis sejak dini, orang tua perlu menerapkan pola asuh yang demokratis, yaitu yang memberi kesempatan kepada anak untuk menyuarakan pendapat mereka yang mungkin saja berbeda dari pendapat orang tua. Penghargaan kepada pendapat anak akan memupuk rasa percaya diri anak yang berakibat pada munculnya rasa menghargai orang lain juga. Melengkapi sikap demokratis ini, sikap adil ditumbuhkan bila individu merasakan bahwa ia sama berharganya dan sama istimewanya dengan orang-orang lain. Dasar dari ini adalah, bahwa setiap orang sama berharganya di hadapan Allah. Beberapa penelitian (misalnya Howe, Cate, Brown, & Hadwin, 2008) menunjukkan bahwa seorang anak yang berusia lima tahun pun sudah memiliki kemampuan empati, yaitu belas kasihan kepada orang lain. Tentunya rasa belas kasihan tindak mendadak tumbuh begitu saja, namun karena memiliki rasa tidak tega melihat orang lain mengalami kekurangan dibandingkan dengan dirinya.

 

F. Rangkuman

Demokrasi dan keadilan memang tidak dapat dipisahkan. Perjalanan demokrasi di Indonesia masih panjang dan untuk itu masih banyak hal yang perlu dilakukan. Sebagai siswa kelas XII kamu dapat memberikan penilaian terhadap pelaksanaan demokrasi di Indonesia. Namun, lebih jauh lagi, sebagai remaja Kristen dan warga negara Indonesia kamu mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk memantau praktik-praktik demokrasi di Indonesia. Berbicaralah, bertindak dan berjuanglah demi demokrasi dan kehidupan yang lebih baik di Indonesia dan di dunia.


Tugas

  1. Tuliskan dalam maksimal empat kalimat tentang pemahaman yang kamu miliki mengenai keadilan di Indonesia!
  2. Apa saja tindakan yang pernah kamu lakukan yang menunjukkan bahwa kamu menjunjung tinggi nilai keadilan dan kepedulian? Sebutkan minimal dua!
  3. Pilihlah dua berita dari media massa yang menceritakan tentang kondisi keadilan di Indonesia! Satu berita itu haruslah yang menceritakan keberhasilan pelaksanaan keadilan, dan satu berita lainnya adalah tentang kegagalan pelaksanaan keadilan. Ruang lingkup pelaksanaan keadilan itu boleh di pemerintahan (mulai dari pemerintahan pusat sampai dengan jajaran yang terendah di tingkat Rumah Tangga/Rukun Warga), boleh di masyarakat lokal, sekolah atau institusi pendidikan, atau keluarga. Ceritakan ulang di depan kelas, dimana letak keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan keadilan itu!
  4. Apakah kamu setuju dengan pernyataan ini: “Kunci dari semua ini adalah pemberdayaan masyarakat. Bila masyarakat kuat, maka penyelewengan, pelanggaran demokrasi dan hak asasi manusia, dan berbagai tindakan sewenang-wenang lainnya akan dapat dikurangi atau bahkan dihapus sama sekali”? Berikan alasanmu.

Kelas 12 Bab VIII


Keadilan Sebagai Wujud Hidup Orang Beriman
Bahan Alkitab: Mazmur 145:17

 

A.   Pengantar

 

Kamu perlu memperoleh pencerahan mengenai keadilan yang menjadi landasan utama dalam mewujudkan demokrasi dan HAM. Prinsip-prinsip dasar mengenai keadilan perlu dipelajari, khususnya mengenai Allah yang adil yang menuntut umat-Nya untuk bertindak adil. Praktik hidup yang menghargai dan menjalankan keadilan amat penting sehingga manusia tidak akan merampas hak sesamanya, manusia tidak dapat bertindak semaunya. Sadar atau tidak terkadang manusia melakukan tindakan tidak adil terhadap sesamanya. Hal itu terjadi misalnya lewat prasangka ataupun sikap yang membeda-bedakan seseorang berdasarkan latar belakang suku, bangsa, budaya maupun geografi dan agama. Ketidakadilan juga dapat terjadi melalui perbedaan kepentingan. Mempelajari keadilan dalam perspektif Alkitab akan membekali kamu dalam bersikap dan bertindak terhadap orang lain.

 

B.   Memahami Makna Keadilan

 

Kamu dapat berbagi pandangan dan pemahaman mengenai keadilan. Menurut kamu, apa itu keadilan? Banyak orang mengatakan keadilan adalah memberikan pada setiap orang apa yang menjadi haknya. Bagaimana menurut kamu? Apakah kamu menyaksikan di sekitarmu orang-orang hidup dalam keadilan? Kamu dapat mendiskusikannya dengan teman-teman dan minta guru bersama-sama menyimpulkan makna keadilan dan apa saja indikator atau tanda-tanda terwujudnya keadilan.

 

C.   Keadilan Menurut Alkitab

 

Menurut Baker, dalam Perjanjian Lama ada dua kata yang menggam- barkan pengertian mengenai “adil” yaitu: “tsedeq” dan “mishpat”, keadilan yang dimaksudkan itu tidak berdiri sendiri namun berkaitan dengan kebenaran dan hukum. Artinya, keadilan itu tidak terlepas dari kebenaran dan penerapan hukum yang benar, yang sesuai. Dalam bahasa Yunani keadilan disebut dengan kata: dika- iosyne. Kata-kata tersebut dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru dipakai untuk melukiskan suatu penerapan hukum yang benar, memakai timbangan yang benar, perilaku yang adil, jujur, dan benar. Keadilan artinya, apa yang benar dan sesuai (dengan kenyataan), misalnya, hukuman terhadap seseorang ditetapkan berdasarkan kebenaran yang ada. Terutama dalam kaitannya dengan mereka yang miskin, tertindas dan tersingkir dari kehidupan masyarakat. Allah menyatakan diri sebagai Allah yang adil, Allah yang berada di pihak mereka yang benar, mereka yang tertindas dan hak-haknya dirampas, mereka yang miskin, janda anak yatim piatu. Dalam pengertian ini, Allah yang adil itu adalah Allah yang “membebaskan”. Jadi, pengertian adil tidak hanya ditujukan pada perwujudan hukum yang benar namun pada “pembebasan” atau kemerdekaan. Allah yang adil itu adalah Allah yang membebaskan. Melalui tindakan yang adil, maka shalom Allah dinyatakan dan diwujudkan. Dengan demikian, keadilan juga mengandung makna memperbaiki atau merestorasi apa yang telah rusak menjadi normal kembali. Ke- adilan memiliki makna yang luas dan dalam, keadilan merupakan ibadah yang berkenan kepada Allah (Kitab Amos 5:7-13; 21-27, dan Yeremia 9:24).

 

Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa Allah itu adil. Ayat-ayat berikut ini menunjukkan kebenaran tersebut: Mazmur 145:17: “Tuhan itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. Zefanya 3:5: “Tetapi Tuhan adil di tengah-tengahnya, tidak berbuat kelaliman. Pagi demi pagi Ia memberi hukum-Nya; itu tidak pernah ketinggalan pada waktu fajar. Tetapi orang lalim tidak kenal malu!”. Dari berbagai pemaparan tersebut di atas, dapatlah ditarik kesimpulan bahwa adil berarti bertindak dengan benar sesuai dengan standar kebenaran atau ketetapan hukum yang berlaku. Allah itu adil, artinya, Allah akan selalu berlaku benar sesuai dengan prinsip kebenaran-Nya. Dia tidak akan pernah melanggar ketetapan-ketetapan hukum yang telah dibuat-Nya.

 

Keadilan Allah dapat kita rasakan dalam berbagai cara, antara lain:

  • Allah mencintai kebenaran dan menolak kejahatan, Allah mencintai mereka yang taat dan setia pada jalan-Nya.

  • Allah menghukum orang-orang yang tidak hidup dalam jalan-Nya, mereka yang tidak taat pada perintah-Nya. Menghukum tidak berarti Allah adalah Allah penghukum, Ia menghukum karena keadilan-Nya. keadilan Allah dinyatakan dengan menjatuhkan hukuman atas setiap pelanggaran dan dosa. Dia tidak akan membiarkan pelanggaran dan dosa berlalu begitu saja dari hadapan-Nya. Dia akan mengganjarnya dengan hukuman
  • Allah memberikan tempat bagi mereka yang taat dan setia pada perintah- Nya. Semua yang dilakukan oleh manusia tidak luput dari penilaian Allah. Jika setiap kejahatan memperoleh ganjaran atau hukuman, maka setiap kebaikan dan pekerjaan baik yang kita lakukan dihargai oleh-Nya.

 

D.  Orang Beriman Terpanggil untuk Mewujudkan Keadilan dan Kebenaran dalam Hidup: Belajar dari Salomo

 


Ketika Allah bertanya kepada Salomo apakah yang ia minta dari-Nya, maka Salomo meminta hikmat sebagai hadiah dari Allah. Sebagai seorang raja, Salomo sadar bahwa hikmat dibutuhkan bukan hanya sebagai bekal untuk memimpin rakyatnya. Namun terutama supaya ia dapat membuat keputusan yang adil dan benar. Tidak mudah bagi manusia untuk memiliki kemampuan bertindak benar dan adil jika Tuhan tidak memberikan hikmat-Nya. Allah memenuhi permintaannya, hikmat Allah pun dianugrahkan bagi Salomo, memiliki hikmat dari Allah membuat Salomo mampu mengambil keputusan adil dan benar. Hal itu terbukti ketika orang membawa kepadanya dua orang perempuan yang memperebutkan bayi, Salomo mampu mengambil keputusan yang adil benar, dengan hikmat yang berasal dari Tuhan, ia tahu manakah diantara dua orang perempuan itu yang merupakan ibu dari bayi yang sedang diperebutkan.

 

E.   Keadilan, Demokrasi, dan HAM

 

Apa kaitan antara keadilan, demokrasi dan HAM?. Coba lakukan curah pendapat dengan teman-temanmu. Apakah dalam kehidupan sehari-hari kamu menyaksikan hal-hal yang berkaitan dengan keadilan, demokrasi dan HAM? Sebagai peserta didik yang duduk di kelas XII kamu sudah memiliki pengalaman yang cukup untuk memberikan penilaian terhadap realitas yang berkaitan dengan keadilan, demokrasi dan HAM. Kamu juga sudah belajar mengenai keadilan menurut Alkitab, maka kamu dapat memperbandingkan antara keadilan menurut Alkitab dengan realitas demokrasi dan HAM di Indonesia maupun di tempat kamu masing-masing. Gunakan bahan pelajaran PPKN untuk melengkapi analisis kamu.

 

Sebagai remaja Kristen, coba nilai dirimu sendiri, apakah selama ini kamu telah mewujudkan keadilan dalam praktik hidupmu? Kalau sudah, tuliskan bentuk tindakan yang kamu lakukan, jika belum, jelaskan mengapa? Mulailah dari lingkungan terdekatmu, yaitu di rumah, sekolah, lingkungan sekitar tempat tinggal, barulah di lingkungan yang lebih luas lagi, misalnya dalam komunitas anggota pemuda/remaja gereja atau karang taruna.

 

Beberapa prinsip mendasar yang dapat menghubungkan keadilan, demokrasi dan HAM adalah sebagai berikut:

  • Pengakuan terhadap kesetaraan, bahwa semua orang sama harkat dan martabatnya. Kesetaraan akan mendorong lahirnya kerjasama yang erat antar warga masyarakat dan mempunyai itikad baik secara fungsional dan profesional. Prinsip inilah yang membedakan demokrasi dengan sistem-sistem yang lain. Sekaligus kesetaraan ini, semua orang sama di hadapan hukum, semua orang berhak memperoleh apa yang menjadi haknya.
  • Kemerdekaan dan kebebasan (freedom). Prinsip inilah yang seringkali menjadi momok bagi demokrasi sendiri. Banyak orang cenderung menyalahgunakan kekuasaan sebagai alat untuk menindas sesama serta merampas kemerdekaan dan hak-hak asasinya. Berbeda dengan Salomo yang dipimpin oleh hikmat Allah sehingga ia memimpin dengan adil dan bijaksana.
  • Prinsip kesadaran terhadap adanya kemajemukan dalam masyarakat. Penghargaan terhadap keberagaman menjadi penopang bagi terwujudnya keadilan, demokrasi dan HAM. Pada masa kini pergerakan manusia dari berbagai belahan dunia amat tinggi sehingga dalam satu negara hidup berbagai bangsa, suku bangsa, budaya maupun agama.Keberagaman ini dapat melahirkan konflik, namun potensi konflik dan perpecahan dapat diminimalisir oleh adanya kesadaran terhadap keberagaman manusia. Sekaligus memupuk penghargaan terhadap sesama manusia sebagai makluk mulia ciptaan Allah.
  • Prinsip kebebasan menyatakan pendapat dan penegakan HAM. Jadi, keadilan akan menopang kebebasan tiap orang untuk memilih pemimpin yang baik dan benar serta mengemukakan pendapat demi kesejahteraan bersama.
  • Integritas, kesesuaian antara kata dengan perbuatan, antara cara dengan pencapaian-pencapaian. Cara yang benar jujur dan adil akan menghasilkan buah yang baik. Tujuan yang baik tentu ditempuh dengan cara-cara yang baik dan rasional. Implikasinya adalah politik yang mengandalkan moral dan hati nurani.
  • Demokrasi dan HAM akan menjamin pemenuhan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

 

F.   Rangkuman

 

Keadilan adalah suatu keadaan dimana setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya. Sebagai remaja Kristen, kamu terpanggil untuk mewujudkan keadilan, demokrasi, dan HAM dalam kehidupan. Demokrasi dan HAM hanya akan terwujud jika keadilan dijadikan penopang utama bagi terwujudnya demokrasi dan HAM. Allah yang adil menuntut tiap orang Kristen untuk berlaku adil pada setiap orang tanpa kecuali.

 

Tugas

  1. Bagaimana cara menerapkan prinsip dalam demokrasi dan HAM di Indonesia
  2. Apakah keadilan dan kesejahteraan serta kemakmuran yang menjadi cita-cita para pendiri bangsa Indonesia telah terwujud?
  3. Sebagai remaja Kristen, apakah yang dapat kamu lakukan dalam mewujudkan keadilan bagi sesama?
  4. Jika kelak kamu menjadi pemimpin (misalnya, Bupati, Gubernur atau anggota DPD, DPR), sebagai orang Kristen, apa saja yang akan kamu lakukan sebagai seorang pemimpin bangsa?
  5. Buatlah refleksi singkat mengenai keadilan, demokrasi, dan HAM dalam perspektif iman Kristen (± ½ Halaman buku tulis).

 

Kelas 11 Bab VIII

Keluargaku dalam Gaya Hidup Modern

Bahan Alkitab: Kej. 35:22b-29, Mat. 19:16-26



Pengertian Gaya Hidup Modern
Istilah ’gaya hidup modern’ dalam kehidupan sehari-hari sangat lazim kita dengar. Hingga saat ini belum ada definisi yang pasti mengenai gaya hidup modern. Oleh karena itu mari kita selidiki pengertian gaya hidup modern dengan memulainya dari definisi gaya hidup.

Kotler (2002), gaya hidup sebagai sebuah pola hidup seseorang di dunia yang diekspresikan dalam aktivitas, minat dan opini. Gaya hidup menggambarkan keseluruhan diri seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungannya.

Assael (1984) mengungkapkan bahwa gaya hidup merupakan sebuah pola kehidupan yang dapat diidentifikasi melalui bagaimana seseorang menghabiskan waktunya, apa yang mereka anggap penting di dalam lingkungan masyarakatnya, dan apa yang mereka pikirkan tentang dirinya sendiri di dunia yang mengitari mereka.

Minor dan Mowen (2002) mengungkapkan bahwa gaya hidup adalah menunjukkan bagaimana orang hidup, bagaimana membelanjakan uangnya, dan bagaimana mengalokasikan waktunya.

Suratno dan Rismiati (2001) mengatakan bahwa gaya hidup merupakan pola hidup seseorang dalam dunia kehidupan sehari-hari yang dinyatakan dalam kegiatan, minat, dan bakat yang bersangkutan.


Sekarang kita mulai dengan pengertian modern.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), modern diartikan sebagai sebuah sikap dan cara berpikir serta cara bertindak sesuai dengan tuntutan zaman. Kata modern berasal dari bahasa Latin yaitu modernus yang berarti saat ini, atau sesuatu yang menunjuk pada sifat kekinian. Di dalam-nya tercermin suatu nilai yang mengarahkan seseorang untuk bersikap efektif, efisien, praktis, sederhana, dan menghargai waktu.

Dengan demikian maka dapat diperoleh pengertian bahwa gaya hidup modern merupakan sebuah pola hidup yang menyangkut cara bersikap dan berpikir yang berkaitan dengan aspek fisik, mental, serta spiritual sesuai dengan tuntutan zaman modern. Di dalamnya mencerminkan adanya semangat dan nilai-nilai efektivitas, efisien, praktis, sederhana, menghargai kehidupan, serta menghargai waktu.


Bentuk Gaya Hidup Modern
Ada beberapa macam bentuk gaya hidup modern, A.B Susanto (1996) mengatakan bahwa bentuk gaya hidup modern yang sedang menjangkiti keluarga di Indonesia dapat diidentifikasi, sebaai berikut.
  1. Pola pikir yang menganggap status sebagai sesuatu yang penting.
  2. Setiap individu memiliki mobilitas yang tinggi.
  3. Memiliki kebiasaan untuk bercengkrama di tempat-tempat tertentu.
  4. Memiliki kebiasaan untuk melakukan makan siang atau makan malam bersama di tempat tertentu.
  5. Melakukan olahraga mahal seperti golf.
  6. Melaksanakan pernikahan agung.
  7. Merayakan wisuda.
  8. Memiliki gaya hidup serba instant.
  9. Memanfaatkan segala macam jenis teknologi komunikasi.
Sedangkan dalam sumber lain dikatakan bahwa gaya hidup modern seperti yang disebutkan sebelumnya, membentuk manusia untuk memiliki kecenderungan bersikap konsumerisme, materialisme, dan hedonisme.
  1. Konsumerisme adalah gaya hidup yang menganggap barang-barang mewah sebagai ukuran kebahagiaan, atau kesenangan sehingga membentuk seseorang untuk bersikap tidak hemat.
  2. Materialisme adalah pandangan hidup yang mencari dasar segala sesuatu yang termasuk kehidupan manusia di dalam alam kebendaan semata-mata dengan mengesampingkan segala sesuatu yang mengatasi alam indera.
  3. Hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi merupakan tujuan utama dalam kehidupan di dunia.
Dari paparan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya gaya hidup modern dapat mengarahkan individu untuk memiliki pola perilaku negatif maupun positif. Pemahaman yang keliru terhadap esensi dari gaya hidup modern cenderung membentuk seseorang untuk berperilaku menyimpang. Sedangkan pemahaman yang benar terhadap gaya hidup modern justru dapat mengarahkan seseorang untuk memiliki perilaku benar sesuai dengan prinsip-prinsip yang tercermin dalam semangat gaya hidup modern seperti efektif, efisien, praktis, sederhana, menghargai kehidupan, dan menghargai waktu.

Tugas
Apa jawaban atau pendapatmu tentang pertanyaan-pertanyaan di bawah ini?
  1. Apakah kamu termasuk orang yang memiliki gaya hidup modern? Jelaskan!
  2. Apakah keluargamu termasuk keluarga yang memiliki gaya hidup modern? Jelaskan!
  3. Bentuk gaya hidup modern seperti apa yang ada dalam dirimu? Jelaskan!
  4. Bentuk gaya hidup modern seperti apa yang ada dalam keluargamu? Jelaskan!
Peran Keluarga Di Tengah Gaya Hidup Modern
Sebagai seorang remaja yang terlibat dalam proses kehidupan modern, kamu perlu memahami kehadiran dan peran keluarga, selanjutnya melakukan analisis agar dapat mengambil sikap yang tepat. Dalam perspektif kristiani dapat diungkap bahwa peran keluarga di tengah gaya hidup modern sangatlah penting dan perlu dicermati.


Beberapa aspek dapat diidentifikasi sebagai berikut.
  1. Keluarga kristiani perlu membangun persekutuan pribadi-pribadi dan melayani kehidupan. Keluarga kristiani juga dituntut untuk turut serta mengembangkan kehidupan perutusan gereja.
  2. Dalam kehidupan keluarga Kristen, perlu dibangun persekutuan pribadi-pribadi yang dapat dilakukan dengan meletakkan cinta kasih sebagai asas dan kekuatan yang mempersatukan masing-masing anggotanya. Keluarga Kristen perlu menjaga persatuan yang utuh antara suami-istri dan membangun sebuah bentuk persatuan yang tidak terceraikan. Keluarga Kristen yang modern dalam perkembangan keadaan, perlu memberikan penghargaan yang tinggi terhadap hak-hak dan peranan perempuan, hal ini sebetulnya juga menjadi perhatian negara maupun pada aras dunia. Di samping itu keluarga juga perlu menjunjung tinggi hak-hak anak dan menganggap mereka memiliki pemikiran yang patut dihargai. Kehadiran orang lanjut usia yang menjadi anggota dalam keluarga juga perlu diperhatikan kebutuhannya dan dihargai yang selayaknya.
  3. Dalam kaitan dengan perkembangan masyarakat, keluarga dipanggil untuk turut serta dalam mengembangkan masyarakat, karena pada hakikatnya keluarga merupakan sel masyarakat yang pertama dan amat penting. Kehidupan berkeluarga pada hakikatnya merupakan pengalaman hidup bersatu dan berbagi rasa, sadar akan peranan sosial bagi lingkungan. Oleh karena itu, keluarga Kristen perlu menyadari terhadap rahmat dan tanggungjawabnya bagi masyarakat.
  4. Di tengah perubahan keadaan dan masyarakat, keluarga perlu terlibat dalam hidup dan perutusan gereja. Hal itu dapat dilakukan dengan cara bersungguh-sungguh dalam membangun persekutuan keluarga yang beriman secara kokoh. Justru di tengah perubahan yang ada, keluarga Kristen harus mampu membangun persekutuan antaranggota keluarga untuk terus-menerus berdialog dengan Tuhan dengan berbagai cara. Melalui keluarga kita bisa membangun persekutuan dengan orang lain dan melayani kebutuhan sesama. Oleh karena itu, keluarga Kristen diharapkan dapat melakukan filtrasi atau menyaring pengaruh negatif dari gaya hidup modern. Dengan demikian di tengah-tengah arus modernisasi, keluarga Kristen mampu menjadi agen penanaman semangat positif yang tercermin dalam gaya hidup modern. 
Tahukah kamu bahwa sesungguhnya Alkitab memberikan contoh baik yang positif dan negatif berkaitan dengan gaya hidup modern pada waktu itu. Tentu kita bisa belajar dari contoh-contoh tersebut. Contoh yang positif kita bisa melihatnya dari Kejadian 35:22b-29. Sedangkan contoh yang negatif terambil dari Matius 19:16-26.

Dalam Kejadian 35:22b-29 mengisahkan tentang kehidupan keluarga Yakub yang memiliki 13 orang anak. Dari 13 anak tersebut Yusuf yang sudah menginjak remaja dikasihi oleh Yakub. Tentu saja hal ini menyebabkan para saudaranya iri hati. Lalu mereka menjual Yusuf menjadi budak di tanah Mesir. Namun pengaruh keluargaYusuf yang dekat denganTuhan masih sangat mewarnai kehidupanYusuf di tanah Mesir. Yusuf di tanah Mesir akhirnya dapat menjadi pemimpin muda di tengah lingkungan yang maju, bisa dikatakan modern pada saat itu, Yusuf tetap taat dan menjadi pemimpin muda yang takut kepada Tuhan. Akhirnya, Yusuf mampu menolong bapak dan saudara-saudaranya lepas dari bahaya kelaparan, hidup dalam “gaya hidup modern” di tanah Mesir, tetap memelihara kasihnya kepada Tuhan dan keluarganya. Walaupun saudara-saudaranya pernah membenci dan membuang dia, namun ia mampu mengatasi luka batin dan mengampuni para saudaranya sehingga dia dapat mentransformasi keluarganya, hidup berkecukupan dan tetap berjalan seturut dengan kehendak Tuhan.

Contoh yang negatif dapat kita lihat dari kehidupan orang muda yang kaya, yang memiliki “gaya hidup modern” pada waktu itu, dapat kita pelajari dari Matius 19:16-26. Meskipun orang muda pada ayat itu hidup bergelimang harta dan gaya hidup yang up to date tetapi ia mengalami kekosongan dan kebimbangan hidup, serta mencari jawaban kepada Tuhan Yesus. Pada saat Tuhan Yesus memberikan pilihan untuk hidup di jalan Tuhan atau “jalan dunia”, sayangnya orang muda tersebut memilih hidup dalam harta dunia yang dimiliki, terkungkung dalam pengaruh gaya hidup buruk yang ia pilih. Akibatnya dia kehilangan Kristus sebagai sumber kehidupan dan berkat.